Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2013

Undefined

"Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisi: karena ~kemudian~ semua keajaiban terjawab disini.".
 -Anis Matta- 


lagi-lagi tentang cinta...
cinta yang tak harus selalu di ucapkan..
cinta yang bisa tersambung lewat do'a.
cinta yang kadang butuh pembuktian..

ya terkadang cinta tak harus di ungkapkan. tapi cukup dengan pembuktian kerja-kerja nyata kita. kita bisa tahu bahwa itu bagian dari cinta.. :)

tak perlu tahu  matahari mengungkapkan cintanya pada bumi..
cukup ia bersinar dan kita merasakan teriknya saja itu sudah cukup mejadi bukti cinta matahari pada bumi... ah, “Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.” Salim A. Fillah. :)

lagi-lagi seperti iman yang tak hanya selesai pada kata "Aku telah Beriman".. sedang kita tidak di uji lagi.. (QS. Al. Ankabut : 2). dan ternyata begitu pun dengan cinta.. tak hanya lantas selesai pada Aku Mencintaimu.. karena pada setiap kata yang terucap akan ada konsekuensi yang menyertai (hehe.sotoy)..

Iman itu laut, cintalah ombaknya.
Iman itu api, cintalah panasnya.

Iman itu angin, cintalah badainya.

Iman itu salju, cintalah dinginnya.
Iman itu sungai, cintalah arusnya.


maka mari membuktikan cinta dengan kerja-kerja nyata,cerdas, dan ikhlas.. :).
Bismillaah ^_^

Kamis, 21 Februari 2013

Tentang Sebuah Rasa(?)


eumm..
aku tahuu engkau sebegitunya menyayangiku..
mengkhawatirkanku..
takut bila ternyata aku terjatuh..
sakit...
meradang(?)

tapi bukankah sesuatu yang berlebihan itu tidak baik???
walaupun untuk sebuah kasih sayang? >_<

ah ntahlah.. aku pun tak begitu mengerti tentang sebongkah, sepotong, separuh(?) rasa itu..
yang ku tahu hanya itu..
ya! engkau (terlalu) menyayangiku.. :)

terimakasih untuk semua rasa yang kau miliki untukku.
kasih sayangmu, khawatirmu, kesabaranmu..

Rabbi jaga ia.. :)

*tibatibapengenicecreamrasacoklat(?)

Kamis, 14 Februari 2013

Cinta (Lagi)



hedewhhh..
pada ngomongin dan bahas cintaa hari ini..
yah katanya sih hari ini hari kasih sayang(?)..
ah masa iya? hari kasih sayang ko rela yaa menjerumuskan orang yang -katanya- kita sayang masuk NERAKA? ckckck aneh-aneh saja lah anak zaman sekarang... Astaghfirullah..

Cinta itu sebenarnya apaaaa?
saya pernah nulis tentang cinta..
belum baik betul sih tulisan saya yang ini.. 
*haha emg tulisan saya yang baik yang bagian mana yah?>_<*
http://senjha.blogspot.com/2013/02/katanyacinta.html

terus teruuus...
pas banget dengar kajian malam ini lewat streaming radio mqfm Bandung..
ga dengar dari awal. jadi wee ga lengkap..
tapi lumayan lah, daripada lumanyun.. :P

intinya.
cukuplah ALLAH sebagai pelindung.
Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mannashir.. :)

Jangan minta cinta ke manusia, karena yang memberi cinta itu ALLAH. yang maha membolak-balikkan hati itu ALLAH. manusia hanya perantara, cintanya pun di gerakkan oleh ALLAH... maka, mintalah hanya pada ALLAH..
ALLAH, YOU know me so Well :). jangan melupakan hubungan kita dg ALLAH.
apapun itu tidak hanya seputar cinta...
*cateeet :)

Cinta itu harusnya yang membuat kita makin mencintai-Nya. bukan malah menjauhkan-Nya.. begitupun dengan menikah. Menikah itu untuk menambah cinta kepada ALLAH..

dan hati yang mudah terbolak-balik itu memang harus benar2 di jaga yah?? tidak dg pacaran, syetan pun kdg menguji dan menggoda kita dg komunikasi yg tidak penting dan 'me-nyaman-kan' dg lawan jenis. Astaghfirullah..

Kembali ke kata2 saya di atas.
Kasih Sayang itu sejatinya tidak rela orang yg kita sayangi terjerumus ke dalam Neraka hanya karena nafsu kita.. jd klu msh ada yang merasa sayang tp dia rela seseorang yg di sayangi tsb terjerumus ke neraka. maka, tanyakanlah pada nurani benarkah ia sayang? atau hanya obsesi, nafsu, dan ambisi? 

Jika saja dosa itu mengeluarkan bau..
ntah sebau apa kita karena dosa kita..
Kurang baik apa ALLAH sayang pada kita yang telah menutup aib kita? :)
maka syukurilah dengan terus memperbaiki diri.. :D

Wallahu'alam.
semoga senantiasa di istiqomahkan dlm kebaikan..  
#tadzkiroh untuk saya pribadi.. :)

ya ALLAH yang maha membolak-balikkan hati..
lindungi ya Rabb..

Selasa, 05 Februari 2013

nunggu kuota abis

Dua hari ini ga ketemu anak didik itu rasanya kangen bangeet.. >_<
padahal biasanya belajar bareng, bercanda juga (kayaknya lebih banyakan ini.. haha).
sekarang ga ada celotehan dia menceritakan tentang hari-harinya di sekolah..

taukah? anak didik saya ini sedang sakit..

oh si DD imut-imut ini sakit. gara-gara terporsir waktunya untuk belajar mungkin ya? (oh Senjha sepertinya ini analisa yang salah, hoho amppuun*
ya intinya saya merasa kasian(?) karena akhir-akhir ini dia belajar sangat giat..
*harusnya kan senang Njha, hadeuh kumaha sih*.

tapi tetap lah kasian. meskipun tataran SD memang bukan waktunya untuk bermain lagi..
tapi kalau lihat dari waktu yang ia pakai, rasa-rasanyaa masih sekecil itu Nak.. heuuuu..
*kenapa jadi gw yang protes ya? emaknya aja nyantai aja*..
-Semoga barokah ya De, dan semoga cepat sembuh. aamiin-

hohoho.. kenapa jadi bahas ini? wkwk.
baiklah, mari kita bahas yang lain..
Beberapa hari ini dalam sepekan kemarin, banyak hikmah yang membuatku merasa bahagia dan bertambah cinta berada dalam komunitas ini.. ya komunitas dakwah. berada dalam jalan dakwah untuk membela kalimatullah menggema dan menggetarkan di muka bumi ini.. dan saat ini saya merasakan.. ohh seperti inikah beratnya ujian yang di jalani?? memberikan efek yang luar biasa.. :)


"Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.. Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.. Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik."
(Ustadz Rahmat Abdullah)

tentang semangat.
tentang menyertakan allah dalam setiap aktivitas kita
tentang kesolidan (ukhuwwah)
tentang kerja keras..
(Ustadz Anis Matta)

dan itu semua kita lakukan insyaALLAH semata-mata bekerja untuk ALLAH dan Indonesia lebih baik :).

semoga ALLAH ridho,, aamiin.
dan "semoga kita kokoh dalam kebaikan" (Ustadz Anis Matta)
cukuplah peristiwa kemarin menjadi penyemangat untuk kita dalam bergerak di jalan dakwah ini. menjadi pemicu dan pelecut gairah semangat untuk lebih dan lebih lagi bekerja dan memberikan kebermanfaatan di muka bumi ini dalam rangka menegakkan kalimatullah.. aamiin.

Karena Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai..

hehe ini tulisan ko ujungnya jadi serius gini ya???
padahal niat saya nulis ini cuma untuk nunggu kuota pulsa modem habis.. ckckck..
well,, tetap semangaat dimanapun berada


“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. 
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)

karena bergerak membuat kita sehat.
karena air yang mengalir adalah air yang sehat. ia mensucikan.. di banding air yang diam dalam genangan.. ia menjadi keruh dan kotor. :)

-katanyacinta-

malam ini dengerin Radio MQFM Bandung tentang cinta.
udah gitu,, kemaren di tag sama teman ttg cinta..
entah kenapa saya malah komen begini:

Cinta itu menumbuhkan.. 
merasakan dan melihat seonggok daging itu tumbuh mulai dari saat ia melewati fase hidupnya di dalam tempat yang kokoh (rahim)..
lalu ada seni merawat.. 
hingga ia terlahir ke dunia.. 
seni menjaga.. 
menumbuhkan kembali dengan kasih sayang. 
hingga ia mengenal Tuhannya, Mencintai-Nya dalam ketaatan.. 

Dan mengutip tulisan Ustadz Anis Matta. 
 "Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari, kita hanya peru tahu cara kerjanya. cara kerjanya itulah definisinya. karena -kemudian- semua keajaiban terjawab di sana"..
Wallahu'alam.

sama seperti Iman.. untuk membuktikan rasa cinta maka ada ujian yang menyertainya..
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
(QS. Al- Ankabut :2-3)

"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
(QS. Al- Mulk : 2)


Wallahu'alam :)

Jumat, 25 Januari 2013

Bila Saja....

ngotak-ngatik file di laptop..
nemu tulisan ini..
dapat dari temen.. hihi.. :)
ternyata umurnya udah 1tahun lebih.. :)


Bila Saja...
Bila saja kita sedikit berprasangka baik padaNya…
Maka kita pasti tak perlu menebak2 siapakah seseorang yang tertakdir untuk menjadi kekasih hati kita…

Ya… ketika kita bisa sedikit berprasangka baik padaNya…

Pasti tak perlu sakit hati ketika putus cinta…
Tak perlulah berurai2 air mata…

Mmm….
Terkadang kita tak sadar…
Ketika saat ini lamunan kita tertuju pada seseorang…
Ketika kita telah menjatuhkan hati pada seseorang…
Di saat yang sama…
Di belahan bumi sana…
Yang entah kita tak tau ia siapa…
Ada sesosok pemuda tampan nan shalih tengah menengadahkan tangan…
Atau ada sesosok gadis cantik nan shalihah tak henti bermunajat di sepertiga malamnya…

“ya Allah… jagalah hatiku… dan hati seseorang yang telah Kau pilihkan untukku… jaga ia di sana, hingga ia mencintaiMu melebihi dari segalanya… dan agar nanti Kau pertemukan kami dalam sebuah ikatan suci, dimana telah Kau izinkan hati-hati kami saling merindu dan mencintai…. Hingga tergenapkan sudah separuh dien ini atas ridhoMu… jangan Kau izinkan hatiku terpaut pada seseorang yang datang sebelum dirinya… bila nanti Kau izinkan aku mencintainya… maka jangan pula membiarkan cintaku padaMu berkurang karenanya… tapi semakin kuatkanlah cintaku padaMu dengan dibersamai cintanya… izinkanlah aku mencintai kekasih yang telah Kau pilihkan untukku… dengan segala kesederhanaannya, dengan keshalihannya… segala kekurangan dan kelebihannya… dan jadikanlah kami sepasang kekasih yang tak hanya mencinta di dunia… tapi kelak, pertemukanlah kami kembali di taman surgaMu yang abadi….”

Subhanallah… indah bukan..ketika ada seorang yang shalih yang mendoakan kita seperti itu?
Betapa indahnya keshalihannya itu…
Betapa ia ingin.. agar hatinya utuh ketika ia berikan pada kita….

Andai saja… kita bisa sedikit berprasangka baik padaNya…
Maka.. sebenarnya tak perlu ada keraguan di hati ini…

Ahh…tapi tak jarang… kita terlalu tak sabar….
Terburu2 melalui jalan pintas… dengan memberikan cinta pada seseorang yang belum pasti adalah yang Allah pilihkan…

Ya… bukankah menanti itu butuh kesabaran?
Tapi… bukankah menolak untuk membagi cinta sebelum waktunya juga butuh kesabaran?

Ibarat orang berpuasa…
Pasti ia tak sabar menunggu adzan maghrib tiba…
Ketika ia tak sabar maka ia pasti akan memilih untuk berbuka sebelum saatnya… padahal ia sangat sadar, ia hanya harus bersabar sampai adzan berkumandang….dan akhirnya ia bisa berbuka dengan segala kenikmatan dan meraih pahala dariNya….

Kita pun demikian….
Kita hanya diminta untuk bersabar….
Hingga datanglah waktu kita berbuka…
Dengan ditandai sebuah akad….
Dan terucap kalimat ..”sah? sah? Saaaah”

Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fii khair….

Ya…. Dan setelah itu… bolehlah kita berbuka.. menikmati tiap keindahan kekasih hati pilihanNya… dan tentu saja sudah atas izin dan ridhoNya…

Kita sangat sadar…bahwa kita hanya harus bersabar… menunggu saatnya tiba…
Hmm…tapi terkadang… kita masih saja tak sabar….
Seringkali menikmati keindahan sosok2 lain yang belumlah pantas untuk kita rindui…apalagi kita cintai…

Sabar…..

Kata yang mungkin tak mudah… bagi kita yang masih sendirian…
Tapi… tenanglah….
Ketika kita sabar….
Maka Allah akan memberikan sebuah “kado cantik” untuk kita dengan baik2….
Tapi ketika kita tak sabar….dan malah memaksa….
Maka… bisa jadi… Allah akan tetap meberikan “kado cantik” itu bukan dengan cara mengulurkannya baik2 tapi justru melemparkannya di depan wajah kita….

Pilih mana? Bersabar lalu mendapatkan kado cantik dengan diulurkan secara baik2? Atau… tak sabar,lalu mendapati kado cantik itu terlempar mengenai wajah kita?

Ya…
Kita punya pilihan kita masing2….
Tanyakanlah pada hatimu….
Jalan mana yang hendak kau pilih…

Bila saja…. Kita bisa sedikit berprasangka baik padaNya….
Pasti saat ini… kita lebih memilih untuk mencintaiNya lebih dari segalanya….
Hingga ia berikan sesosok shalih yang sudah tertakdir menjadi kekasih hati kita….
Yang pantas untuk dirindu dan dicinta….


Bumi Allah, 300111
Sahabatmu, ^^


**yup. begitu hakikat ny.. sama ky puasa. klu di paksa ngebatalin sebelum waktunya ga enak kan ya? cuma sesaat aja enaknya pas minum. tp pas udah itu langsung nyesal. kenapa td buka??? padahal waktunya tinggal bentar lagi. cuma disuruh buat sabar aja.



Maka memang seharusnya kita berhusnudzon pada ALLAH..
Hakikat Iman adalah percaya.. termasuk jodoh. pun harus percaya ALLAH sudah mempersiapkan untuk kita.. :)

dengan kita terus memperbaiki diri, berusaha meminta kepada ALLAH dengan disertai ikhtiar. ALLAHpun akan memberikan kepada kita..

ingatlah.........
Pasanganmu adalah bagaimana dirimu. Kita adalah cerminan pasangan kita nanti.. :).
Ishlahun nafsi (perbaikan diri) lalu Bina'ul Usroh (perbaikan keluarga)
Walahu'alam.